Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

Pergerakan Civil Society Pada Masa Orde Baru dan Reformasi

Ketika berbicara mengenai arti demokrasi maka tak bisa dilepaskan dari pilar - pilar dalam demokrasi itu sendiri, yaitu tiga lembaga di dalam eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Jika demokrasi itu berjalan maka lembaga - lembaga itu mempunyai peran begitu penting dalam pembangunan suatu negara. Namun dalam mewujudkan konsep pemerintahan yang baik harus ada dukungan dari berbagai elemen tidak hanya tiga lembaga yang merupakan pilar demokrasi tersebut.

Minggu, 04 Maret 2012

Empat Fakta Soft Drink

Softdrink atau minuman ringan bersoda, memang enak dan terasa segar apalagi kalau dingin. Hanya saja dibalik kesegaran yang ditawarkannya minuman ini sangat berisiko. 
Softdrink mengandung zat pewarna buatan, berbau kimia karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet dan kafein. Kandungan gulanya rata-rata sebesar 8-12 sendok teh, jumlah yang sangat berbahaya bagi kesehatan. 
Agar tidak penasaran dan bisa menjaga kesehatan sejak sekarang, berikut fakta-fakta tersembunyi dari kenikmatan sebotolSoftdrink:
1. Menguras kadar air dalam tubuh.
Softdrink seperti diuretik yang malah menghisap kadar air didalam tubuh. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink dapat diatasi dengan cara meminum 8-12 gelas air untuk setiap botol softdrinkyang diminum.

2. Tidak bisa menghilangkan rasa haus
Ini disebabkan softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius. 

3. Menghancurkan mineral penting dalam tubuh
Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium) dan banyak lagi. 

4. Dapat membersihkan karat
Softdrink bisa membersihkan karat pada bumper mobil dan benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

5. Mempengaruhi pencernaan. 
Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat. 
Daftar Pustaka
http://yahoo.com/

Biografi Ir. Soekarno

Ir. Soekarno lahir di Blitar pada 6 Juni 1901. Ayahnya Raden Sukemi Sosrohadihardjo, adalah seorang priyayi rendahan yang bekerja sebagai Guru sekolah Dasar. Ibunya Nyoman Rai berdarah biru dari Bali dan beragama Hindu. Pertemuan mereka terjadi ketika Raden Sukemi, yang sehabis menyelesaikan studi di Sekolah Pendidikan Guru Pertama di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Di sanalah mereka bertemu, saling menjalin kasih dan jatuh cinta, lalu berakhir dengan pernikahan. Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus akibat tidak mendapat restu dari pihak perempuan yang menganggap tindakan yang mereka berdua lakukan melanggar adat. Akhirnya, dengan pemikiran yang matang kedua pasangan baru ini pun meninggalkan Bali dan menetap di Surabaya setelah kelahiran anak pertama mereka yang bernama Soekarmini.
Dalam biografi Bung Karno diceritakan bahwa pada mulanya ibu Soekarno yang bernama Ida Nyoman Rai adalah seorang gadis pura yang tugasnya membersihkan rumah ibadah setiap pagi dan petang. Sedangkan Bapaknya yang bekerja sebagai guru sekolah rendahan milik pemerintah Kolonial Belanda di Singaraja dan setelah selesai mengajar sering pergi ke Pura tempat ibunya bekerja untuk mencari ketenangan. Pada suatu hari ia melihat ibunya Soekarno. Dari sanalah pertemuan ini terus berlanjut dan berbuah cinta. Hubungan ini terus berlanjut hingga Sukemi mendatangi orang tua dari Ida Nyoman Rai untuk memohon doa restu dan melamar. Tetapi, ia ditolak karena dianggap dari jawa dan Islam. Namun, mereka tetap nekat untuk menikah. Akibatnya, harus menanggung konsekuensi untuk diasingkan dari adat dan keluarga masyarakat Bali.
Di kota Buaya inilah tempat mereka berdua mengadu nasib setelah merasa terasingkan oleh pihak sanak keluarga yang ada di pulau Dewata. Selama di Surabaya, Raden Sukemi kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang guru. Tidak lama berselang setelah kepindahannya, Soekarno akhirnya lahir. Awalnya ia diberi nama Kusno, tetapi karena sering sakit dan berdasarkan mimpi yang dialami oleh ayahnya setelah melakukan tirakat. Ayahnya mengubah nama Kusno menjadi Soekarno pada usia lima tahun. Nama Soekarno secara etimologis berasal dari nama seorang ksatria, Karna, seorang panglima perang dalam kisah Bhrata Yudha yang berpihak kepada Kurawa melawan Pandawa. Walaupun Karna sadar bahwa ia berada pada pihak yang salah, tetapi ia rela berkorban demi kesetiaannya kepada Kurawa. Karena itu, menurut Frans (1982) tidak sedikit dari orang Jawa yang mengagumi figur ksatria ini.
Dalam usia kanak-kanak, Soekarno tinggal dan diasuh oleh kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulungagung, Jawa Timur. Kakeknya adalah seorang pedagang batik, yang secara tidak langsung membantu penghidupan dari kedua orang tua Soekarno yang pada waktu itu tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi dirinya dan kakaknya. Kecintaan Soekarno terhadap wayang kulit, mulai tumbuh selama tinggal bersama kakeknya. Iasering kali menonton wayang kulit sampai larut malam. Kesenangannya menonton wayang membuatnya terkesan dengan tokoh Bima dibandingkan dengan tokoh lain.
Tokoh Bima juga memiliki pengaruh yang besar dalam sikap dan pandangan politiknya kelak. Sikap nonkooperasi terhadap musuh-musuhnya, kaum imperialis maupun kaum kapitalis, serta kesediaannya dalam waktu bersamaan berkompromi dengan sesama rekan perjuangannya meskipun berpeda pandangan praktis dapat dikatakan berasal dari Bima.
Di Tulungagung, ia pertama kali masuk sekolah. Tetapi ia kurang mempergunakan kesempatan sebaik mungkin untuk belajar. Hal ini disebabkan ia lebih sering melamun tentang kisah Perang Bharata Yudha. Namun, sisi keingintahuan yang besar dan minatnya terhadap pengetahuan sudah mulai tumbuh pada saat ini. Berkat sifat keingintahuan yang dimiliki olehnya, Soekarno memiliki wawasan yang lebih luas daripada teman-teman sebayanya.
Tidak lama kemudian, setelah kedua orang tuanya pindah ke Sidoarjo dan mendapat jabatan sebagai kepala Eerste Klasse School di Mojokerto. Di sini, kepandaiannya mulai terlihat dengan jelas. Mungkin ini disebabkan oleh profesi ayahnya yang juga seorang guru sehingga dapat mengawasi kegiatan belajar mengajar anaknya secara langsung. Kemudian, Raden Sukemi memasukkan Soekarno ke Europeesche Lagere School (E.L.S). Sekolah tersebut didirikan guna memenuhi kebutuhan anak-anak pekerja di pabrik gula.
Selama bersekolah di sini. Soekarno merasakan adanya diskriminasi yang diberlakukan kepada kaumnya. Hanya Bumiputera tertentu yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hak istimewa itu. Mereka yang bukan anak pejabat hanya bisa masuk ketika ada izin khusus dari residen dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Sebelum ia menginjakkan kaki di tempat tersebut, pada tahun 1913, Soekarno harus mengorbankan waktunya untuk memperdalam bahasa Belanda pada Juffrow M.P de la Riviera, guru bahasa Belanda di ELS. Selama bersekolah di ELS Soekarno juga mengalami cinta pertama kepada seorang gadis Belanda yang bernama, Rika Meelhuysen. Tetapi, hubungan mereka berdua ditentang oleh ayah sang gadis karena melihat kedudukan Soekarno yang hanya merupakan pribumi. Meskipun, akhirnya hubungan itu putus dan Soekarno dihina. Ia tidak marah karena menganggap hal itu adalah biasa karena merupakan cinta monyet.
Pribadi Soekarno, selain banyak mendapatkan pendidikan di ELS. Ia juga mendapatkan pendidikan dari ayahnya dengan keras, penuh disiplin, tetapi di sisi lain mengajarkan untuk mencintai makhluk tak berdaya. Sedangkan dari ibunya, Idayu, ia mendapatkan pengaruh mistik dari pemikiran Hindu dan sifat yang lemah lembut serta kasih sayang. Dari pembantunya Sarinah, sebagaimana diungkapkan oleh Soekarno sendiri, ia memperoleh pengaruh kemanusiaan dan sikap emansipasif. Ia amat terkesan dan mengagumi sikap perempuan tersebut. Meskipun ia hanya seorang pembantu, di mata Soekarno ia adalah perempuan bijaksana dan berbudi luhur.
Setelah menyelesaikan ELS di Mojokerto, pada tahun 1915, Sukarno ingin melanjutkan pelajarannya di Hogere Burger School (HBS). Agar Soekarno diterima sebagai siswa HBS, ayahnya menggunakan pengaruh kawannya untuk memasukkan ke sekolah tertinggi yang ada di Jawa Timur tersebut. Melalui jasa baik, H.O.S Tjokrominoto, Soekarno akhirnya diterima di sana.
Selama berada di Surabaya, Soekarno banyak mendapatkan pengaruh pemikiran Barat yang modern. Perpisahan dengan orang tua dan lingkungan desanya juga memberikan pengaruh postitif bagi dirinya. Soekarno berada di Surabaya selama lima tahun. Selama itu ia tinggal di rumah Tjokrominoto. Di tempat itulah pendidikan politik Soekarno dimulai dengan interaksi dengan berbagai pemahaman pemikiran yang ada disana. Soekarno juga berkenalan dengan orang-orang beraliran sosialis kiri, seperti Alimin, Muso, dan Dharsono yang juga mendapat kedudukan penting dalam kepengurusan Sarekat Islam maupun di dalam keanggotaan Indische School Democratische Vereeniging (ISDV).
Sebagai remaja yang gelisah, ia menyalurkan aspirasinya melalui suratkabar milik Sarekat Islam, Oetoesan Hindia. Ia menuangkan pemikiran dengan nama samaran ‘Bima”. Menurut pengakuannya, penggunaan nama samaran itu dimaksudkan agar ia tidak dimarahi oleh ayahnya. Sebab ayahnya akan marah apabila mengetahui anaknya membahayakan masa depannya sendiri. Memang kata-kata yang digunakan Soekarno cukup tajam seperti “Hancurkan segera kapitalisme yang dibantu oleh budaknya, imperialisme. Dengan kekuatan Islam, Insya Allah itu segera dilaksanakan.” Di samping itu, Soekarno juga aktif dan melibatkan dirinya dalam organisasi pemuda Tri Koro Darmo cabang Surabaya, yang dibentuk pada 1915 sebagai bagian dari organisasi Budi Oetomo. Kemudian berganti nama menjadi Jong Java pada 1918.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di HBS pada 10 Juni 1921. Soekarno beserta istrinya, Siti Oetari Tjokrominoto, puteri Tjokrominoto yang dinikahi olehnya pada 1920 atau 1921, meninggalkan Surabaya menuju Bandung. Disana ia bersama istrinya berdiam di kediaman Haji Sanusi, anggota Sarekat Islam dan juga kawan akrab Tjokrominoto. Di tempat itu pula Soekarno pertama kali bertemu dengan Inggit Garnasih, Isteri Haji Sanusi. Kota Bandung mempunyai iklim ideologis yang khas jika dibandingkan dengan kota-kota lain. Jika Sarekat Islam berpusat di Surabaya, maka Semarang dikenal sebagai pusat pemikiran Marxisme. Kedua kota ini saling mempengaruhi dan saling berebut pengaruh.
Tetapi Bandung justru Bandung menampilkan watak yang berlainan dengan kedua kedua kota di atas. Sebab di kota Bandung telah berkembang sebuah pemikiran bahwa tujuan pergerakan adalah kemerdekaan penuh bagi Indonesia. Gagasan-gagasan ini dikembangkan oleh para pemimpin Indische Partij yang akhirnya mempengaruhi pemikiran-pemikiran selanjutnya. Akhirnya kota Bandung menampilkan diri sebagai pusat pemikiran nasionalis Sekuler.
Di kota ini, Soekarno berkenalan dengan tokoh-tokoh nasionalis sekuler, seperti, E.F.E Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Perkenalan ini telah membawa nuansa baru dalam berpikir Soekarno. Seperti halnya dalam pendekatan yang diperkenalkan oleh Douwes Dekker dalam mendekati situasi Hindia Belanda dan bagaimana cara mengubahnya amat menarik perhatian Soekarno. Pemikiran yang diperkenalkan tersebut terlihat berbeda dari pemikiran sebelumnya didapat dari tokoh-tokoh yang ditemuinya.
Dengan bertemunya berbagai tokoh yang memiliki berbagai aliran pemikiran tentunya membuat pikiran Soekarno semakin tersusun secara teratur. Di samping itu kesaksiaannya terlihat di depan matanya. Soekarno melihat di lingkungan Tjokrominoto senantiasa timbul pertentangan antara golongan kanan (Tjokrominoto) dengan golongan kiri (Semaun-Darsono) dalam sentral Serikat Islam yang berkedudukan di Surabaya. Pertikaian yang memuncak tersebut berakhir dengan terpecahnya Sarekat Islam menjadi dua bagian, yakni Sarekat Islam Putih dan Merah. Sarekat Islam Merah, akhirnya merubah dirinya menjadi Sarekat Rakyat.
Jiwa patriotisme Soekarno tidak hanya dibentuk melalui figur seorang Tjokrominoto. Dari timbulnya jiwa patriotism inilah interaksi antara Soekarno dan para pengikut aliran Marxis seperti Muso, Alimin, dan Semaun. Juga para orang-orang Sosialisme Radikal Belanda, seperti Coos Hartogh, Henk Sneevliet, dan Aser Baars. Memang jika penulis pahami, pengaruh Nasionalisme, Islam, dan Marxisme-Sosialisme sudah memiliki andil yang besar pada diri Soekarno bahkan pada saat dia muda. Secara jelas, ini dibentuk dari keberadaan Soekarno yang pada mulanya mendapatkan pendidikan politik di Surabaya.
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini merupakan cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan olehnya pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkan dirinya ditangkap oleh Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoi atau pembelaannya yang fenomenal dengan judul Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Akibatnya, Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Disini, Soekarno hampir hilang dan terlupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun, semangat dan api perjuangan yang tidak pernah padam senantiasa membuat Soekarno tetap tegar dalam menghadapi hambatan dalam perjuangan. Ini terbukti melalui suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.
Selama menjadi Presiden, Soekarno banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan Presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan menghasilkan Dasa Sila Bandung. Tujuan dari KAA adalah untuk menentang tindakan imperialisme dan kolonialisme yang terjadi di dunia yang notabenenya banyak dilakukan oleh negara-negara Barat.

Daftar Pustaka
http://bujangpolitik.blogspot.com
            Budiarjo, Miriam, 2008. Dasar - Dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumat, 24 Februari 2012

Sejarah Pemilu Orde Reformasi


Sebagai salah negara yang menganut sistem demokrasi Indonesia tentu juga mengenal adanya sistem pemilihan umum. Sebagai wujud salah satu konsep demokrasi menurut Dahl yaitu adanya pemilu yang bebas, adil yang berkesinambungan. Dalam sejarah pemilu di Indonesia sendiri momen pertama ketika pemilu terjadi pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, dan 2009. Pemilu tahun 1999 hingga 2009 yang merupakan tonggak awal berjalannya reformasi dimana kebebasan berpolitik benar - benar dijamin. Tak seperti ketika pemilu tahun 1977 hingga pemilu tahun 1997 dimana peserta pemenang pemilu sudah mudah untuk ditebaknya.

a. Pemilu 1999

Pemilu sekaligus menandai runtuhnya rezim orde baru, pemilu yang digelar pertama setelah pemerintahan Suharto yang telah berkuasa selama 32 tahun runtuh. Pemilu ini dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik. Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.

Senin, 20 Februari 2012

Liberalisme Mempengaruhi Kehidupan Manusia


Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan dengan kesempurnaan akal, mempunyai nafsu dan mampu bertindak sesuai kehendak manusia itu sendiri. Ketika berbicara mengenai tindakan yang dilakukakn oleh manusia di dunia ini tak bisa dilepaskan dari yang namanya suatu ideologi yang dapat mewadahi seorang manusia dalam melakukan aktifitas sehari - hari baik dar segi politik, ekonomi, negara, agama dan lain sebagainya. Manusia dapat berpikir mana yang benar menurutnya dan mana yang salah menurutnya, dari proses berpikir ini manusia bebas menentukan sebuah pilihan dalam hidupnya, baik dlaam memilih agama, pekerjaan, politik, dan lain sebagainya. Sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi manusia ini dengan berbagai pikiran yang berbeda - beda satu sama lain, maka munculnya suatu ideologi di dunia ini yang dinamakan ideologi liberaslime.
Lahirnya liberalisme untuk pertama kalinya dikobarkan oleh kaum Borjuis, Prancis pada abad ke-18 sebagai reaksi protes terhadap kepincangan yang telah berakar lama di Prancis. Sebagai akibat

Jumat, 03 Februari 2012

Profil Singkat Universitas Brawijaya

Kota Malang merupakan daerah pariwisata  yang dikelilingi  pegunungan beriklim sejuk dan pemandangan yang indah, dengan visi Kota Malang, “menjadi kota pendidikan internasional”.
Malang adalah kota yang ideal sebagai tempat belajar bagi para mahasiswa. Disertai dengan biaya hidup yang murah dan kondisi kota yang aman, menjadikan Malang merupakan kota pendidikan.
Masyarakat yang ramah yang mengakar pada kekayaan budaya dan kejayaan maharaja Brawijaya merupakan modal yang mendasari berdirinya Universitas Brawijaya, yang diresmikan pada tahun 1963 menjadi Universitas Negeri melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 196 tahun 1963 dan berlaku sejak 5 Januari 1963 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya.
Organisasi
Universitas Brawijaya (UB) adalah Perguruan Tinggi Pemerintah (PTP) yang menerapkan Pola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) yang telah disahkan Menteri Keuangan melalui ketetapannya nomor: 361/KMK.05/2008 tanggal 17 Desember 2008, berkedudukan di Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur.

Alamat/Laman/Website
Universitas Brawijaya
Jalan Veteran Malang, 65145
Telepon: 0341-551611-Hunting; 0341-575777; Fax. 0341-565420
e-mail:
rektorat@ub.ac.id; protokol@ub.ac.id
Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UB
Bagian Akademik
Gedung Rektorat UB Lantai-2
Telepon: 0341-575754, Fax.: 0341-575813
e-mail:
baak@ub.ac.id
Fakultas dan Program
Universitas Brawijaya memiliki 12 fakultas, 1 program setara fakultas, yaitu: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikananan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Telnologi Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Program Kedokteran Hewan.
Program Studi S-1
29 program studi kelompok IPS :
·       Ilmu Hukum
·       Perencanaan Pembangunan
·       Sastra Inggris
·       Ekonomi Pembangunan
·       Administrasi Pemerintahan
·       Sastra Jepang
·       Ekonomi Islam
·       Ilmu Perpustakaan
·       Bahasa dan Sastra Perancis
·       Keuangan dan Perbankan
·       Bisnis Pariwisata
·       Bahasa dan Sastra Cina
·       Manajemen
·       Sosiologi
·       Pendidikan Bhs & Sastra Inggris
·       Akuntansi
·       Ilmu Komunikasi
·       Pendidikan Bhs & Sastra Jepang
·       Ilmu Administrasi Publik
·       Psikologi
·       Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia
·       Ilmu Administrasi Bisnis
·       Hubungan Internasional
·       Antropologi Budaya
·       Bisnis Internasional
·       Ilmu Politik
·       Seni Rupa
·       Administrasi Perpajakan
·       Ilmu Pemerintahan

45 program studi kelompok IPA :
·       Agribisnis
·       Ilmu Keperawatan
·       Matematika
·       Agroekoteknologi
·       Ilmu Keperawatan (Kelas Khusus)
·       Ilmu dan Teknologi Pengolahan Pangan
·       Peternakan
·       Gizi Kesehatan/Ilmu Gizi
·       Ilmu Komputer
·       Teknik Sipil
·       Pendidikan Dokter Gigi
·       Instrumentasi
·       Teknik Mesin
·       Kebidanan
·       Geofisika
·       Teknik Elektro
·       Farmasi
·       Statistika
·       Teknik Pengairan
·       Agrobisnis Perikanan
·       Keteknikan Pertanian
·       Arsitektur
·       Teknologi Hasil Perikanan
·       Nutrisi Pangan
·       Perencanaan Wilayah & Kota
·       Manajemen Sumberdaya Perairan
·       Bioteknologi Pangan & Agroindustri
·       Teknik Industri
·       Budidaya Perairan
·       Teknik Bioproses
·       Teknik Informatika
·       Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
·       Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan
·       Teknik Komputer
·       Ilmu Kelautan
·       Agroindustri Hasil Hutan
·       Sistem Informasi
·       Biologi
·       Teknologi Industri Pertanian
·       Teknik Kimia
·       Kimia
·       Bisnis Pangan
·       Pendidikan Dokter
·       Fisika
·       Pendidikan Dokter Hewan
Seleksi penerimaan mahasiswa baru program stara satu (S-1) di UB diselenggarakan melalui 2 jalur, yaitu: Jalur Nasional (SNMPTN)  dan Jalur Mandiri. Jalur Nasional terdiri dari Ujian Tulis, Undangan, dan Bidik Misi. Sedangkan Jalur Mandiri terdiri atas : Kemitraan (Daerah, Instansi, Sekolah), SPMK, dan Prestasi Non Akademik.
Fasilitas
Untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, UB telah menata lingkungannya dengan motto: Kampus “AMANAH” (Aman-Nyaman-Indah) yang diharapkan akan mampu membuat semua mahasiswa betah tinggal di kampus. Selain fasilitas utama penunjang proses belajar seperti Laboratorium, Perpustakaan, Hotspot diseluruh area kampus, juga tersedia fasilitas penunjang lainnya bagi mahasiswa, yaitu: GOR Bola Basket, GOR Tenes, GOR Futsal, Gedung Serbaguna (Samantha Krida), Gedung Student Centre, Asrama Mahasiswa, Fitness Center, Gazebo. Disamping itu sedang dibangun pula Sport Corner, Kolam Renang,  Gedung untuk UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), Rumah Sakit Pendidikan, Asrama Mahasiswa dan Masjid Kampus.
Biaya Pendidikan
Dalam rangka  membantu para mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi, selain telah diterapkan SPP secara proporsional berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua, juga diberi beasiswa dalam jumlah yang tidak sedikit, yakni mencapai 4.676 orang pada tahun 2010 mencapai Rp. 16 M. (Rincian biaya pendidikan dapat dilihat di Web: www.ub.ac.id).
Prestasi dan Keunggulan
UB sebagai “World Class Entrepreneurial University” telah meraih berbagai prestasi, atara lain:
·           Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)= A, dan sebgaian besar Program Studi telah terakreditasi A
·           Smart Campus Award 2010, dimana UB menjadi yang terbaik dalam kategori The Most Interactive LocalNode.
·           Rangking 59 Asia Tenggara versi Webomatrics
·           Tahun 2008 masuk rangking 500+ dunia, versi THES (QS World University Rankings) bersama-sama 7 PT lain di Indonesia
·           Tahun 2009 masuk rangking 191 di Asia menurut THES
·           Tahun 2008 masuk peringkat 3 diantara PT di Indonesia versi Ditjen Dikti.
·           Membuka Kelas Internasional melalui seleksi Jalur Mandiri untuk semua fakultas
·           Mahasiswa Asing berasal dari: USA, Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, Myanmar, Libia, Bosnia, Timor Leste.
Di bidang penelitian, publikasi ilmiah dosen dan perolehan patent, pada tahun 2010 telah meraih prestasi peringkat 5 terbaik, dari seluruh PT di Indonesia.
Atmosfir Akademik (kehidupan mahasiswa, lingkungan sosial, dsb)
Bandwidth Internet tersedia sebesar 100 Mbps dengan dana mencapai Rp.5 M/tahun. Akses pada jaringan secara internal menggunakan fiber optik ke berbagai fakultas. Perluasan akses wireless terpasang di semua lokasi yang memudahkan sivitas akademika UB dalam menikmati layanan Internet, dengan kapasitas email sebesar 1GigaByte (1000MB) tiap user.
Tersedianya berbagai aplikasi online, termasuk E-Learning serta Blog bagi Dosen dan Mahasiswa untuk penggunaan blended learning dan meningkatkan kemampuan menulis dan berekspresi bagi mahasiswa. Livestreaming wisuda serta acara besar UB lainnya, situs online beasiswa bagi mahasiswa, serta integrasi seluruh sistem akademik UB telah berguna untuk meningkatkan validitas data yang tersebar luas di berbagai unit kerja.
Prestasi di bidang kemahasiswaan, UB mampu meraih prestasi sebagai:  Juara Umum PIMNAS 2 kali berturut-turut pada tahun 2008 dan 2009 sekaligus mendapat penghargaan sebagai Penyelenggara PIMNAS Terbaik dari Dirjen Dikti. Berbagai prestasi telah diraih mahasiswa UB di bidang olah raga dan seni, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Mitra Kerjasama
Jalinan kerjasama UB dengan perguruan tinggi dan instansi di dalam negeri dan luar negeri telah banyak dilakukan, dalam bentuk Program Double Degree, Pertukaran Mahasiswa, Sandwich Program dan Join Research.
Dalam rangka menerapkan program “World Class Enterpreneurial University” (WCEU), telah dilaksanakan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, yaitu: 5 PT Thailand, 8 PT Jepang, 4 perguruan tinggi Taiwan, 3 PT USA, dan beberapa peguruan tinggi di Australia, Belanda, Jerman.
Alumni
Hasil studi pelacakan alumni (tracer study) menunjukkan bahwa alumni UB telah berhasil meniti karir di dalam dan luar negeri, dengan masa tunggu rata-rata kurang dari 4 bulan dan gaji pertama rata-rata sekitar Rp. 2 Juta/bulan.
Saat ini banyak Kepala Daerah di Indonesia yang sedang menjabat berasal dari alumni UB (Gubernur Kalbar, Wagub Kalsel, Walikota Malang, Walikota Kupang, Walikota Kediri, Bupati Kediri, Bupati Timor Tengah Utara, Bupati Pasuruan, Bupati Hulu Sungai Selatan, Wabup Kediri, Sekda Prov Kalsel, Sekda Kota Kediri, Sekda Magetan, Sekda Tulungagung, dll.), beberapa menjadi birokrat dan pengusaha besar dan bahkan menjadi menteri termuda di Indonesia.